Selasa, 05 Juni 2012

Event pariwisata Pangandaran


Event pariwisata yang biasa digelar di Pangandaran
  • Hajat Laut, yakni upacara yang dilakukan nelayan di Pangandaran sebagai perwujudan rasa terima kasih mereka terhadap kemurahan Tuhan YME dengan cara melarung sesajen ke laut lepas. Acara ini biasa dilaksanakan pada tiap-tiap bulan Muharam, dengan mengambil tempat di Pantai Timur Pangandaran.
  • Festival Layang-layang Internasional (Pangandaran International Kite Festival) dengan berbagai kegiatan pendukungnya yang bisa kita saksikan pada tiap bulan Juni atau Juli.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/c/cb/Pangandaran1.jpeg/220px-Pangandaran1.jpeg
http://bits.wikimedia.org/skins-1.20wmf1/common/images/magnify-clip.png
Pasir Putih
Fasilitas yang tersedia
  1. Lapangan parkir yang cukup luas
  2. Pelayanan pos, telekomunikasi dan money changer
  3. Gedung bioskop, diskotik
  4. Pramuwisata dan Pusat Informasi Pariwisata
  5. Bumi perkemahan
  6. Sepeda dan ban renang sewaan
  7. Parasailing dan jetski
  8. Waterboom
Hotel
Hotel, restoran, penginapan, pondok wisata dengan tarif bervariasi antara lain
  1. Surya Kencana Seaside Hotel Pangandaran
  2. Hotel Laut Biru
  3. Pantai Indah Resort & Hotel Pangandaran
  4. Sunrise Beach Pangandaran Hotel
  5. Surya Pesona Beach Hotel Pangandaran
  6. PURI RENGGANIS
  7. Mustika Ratu Hotel
  8. Century Hotel
 KENAPA PANGANDARAN “SULIT” JADI TUJUAN WISATA KELAS DUNIA??
Pangandaran sebetulnya punya banyak obyek wisata yang amat mengagumkan dan sulit dicari tandingannya di Indonesia maupun di Negara-negara tropis lainnya di dunia, karena Pangandaran menawarkan pilihan beragam obyek wisata istimewa yang jaraknya saling berdekatan.
Sebut saja, Pantai Barat (Pananjung) dengan ombak yang bersahabat untuk bermain air, Pasir Putih dengan ikan-ikan dan karang elok untuk snorkeling, Hutan Lindung dengan flora & fauna yang menarik, Pantai Timur untuk menyaksikan matahari terbit, Pantai Batu Hiu yang mendebarkan, Pantai Batu Karas yang disukai wisatawan mancanegara, Green Canyon, Citumang, Pantai Karang Nini, dan lokasi-lokasi lainnya yang bisa didapat informasinya diberbagai website,
Tapi dengan segala kelebihan istimewa tersebut, Pangandaran spertinya akan sulit jadi tujuan wisata kelas dunia.
Kenapa?. Coba kita urutkan sebahagian kecil saja kekurangan Pangandaran.
 AKSESIBILITAS
Jalan menuju Pangandaran dari berbagai kota di pulau Jawa dan jalan-jalan menuju berbagai obyek wisata hampir seluruhnya kondisinya jelek, rusak dan sangat tidak nyaman. Apakah karena pihak Pemda tidak memprioritaskan fasilitas infrastruktur untuk menunjang Pangandaran sebagai tujuan wisata?.
KOTOR
Pantai Barat (Pananjung) yang merupakan primadona wisata pantai di Pangandaran kondisinya amat jorok, kotor, penuh sampah dan bau. Pantai Timur juga tak kalah kotornya, sehingga kenikmatan menunggu matahari terbit menjadi sangat terganggu. Kekotoran ini sepertinya sudah menjadi ‘icon’ bagi Pangandaran karena di obyek wisatanya, hampir semuanya kondisinya kotor dan menjijikan. Fasilitas bilas dan ganti pakaian juga sangat jorok dan tidak terawat.
SEMERAWUT
Kumpulan warung-warung makanan dan tempat persewaan ban dan surf-board sepanjang Pantai Barat (Pananjung) yang tidak ditata dengan baik membuat pemandangan kearah pantai terhalang (serta memproduksi timbunan sampah yang bau busuk). Warung-warung penjual Kaus, T-hsirt dan oleh-oleh juga berserakan tidak tertata dengan baik.
BERBAHAYA
Terlalu banyak perahu mondar mandir di Pantai Barat (Pananjung) yang amat mengganggu kenikmatan bermain air, bahkan membahayakan. Kenapa perahu-perahu ini tidak dialokasikan terpisah dari tempat para wisatawan bermain.
Bahkan pada saat Snorkling di Pasir Putih juga, perahu-perahu hilir mudik dan sangat membahayakan para perenang.
Semua masalah di atas (termask kekotoran, kesemerawutan dan ketidak nyamanan), terdapat hampir disemua obyek wisata di Pangandaran, termasuk di: Pantai Barat (Pananjung), Pasir Putih, Hutan Lindung, Pantai Timur, Pantai Batu Hiu, Pantai Batu Karas, Green Canyon, Citumang, Pantai Karang Nini, dan lokasi-lokasi lainnya)
Sebetulnya banyak kelebihan potensi yang dimiliki oleh Pangandaran, tapi terlalu banyak juga kekurangan (yang sebetulnya bisa dikelola oleh pihak yang berwenang seperti Pemda (termasuk meng-‘educate’ penduduk sekitar serta para pedagang, tukang perahu dan para pihak yang terkait) untuk menjadikan Pangandaran menjadi lebih baik dan nyaman bagi wisatawan.
Mungkin pihak Pemda sulit menyerap pelajaran dari pengelola (Pemda) pantai Kuta Bali bagaimana meningkatkan citra, kebersihan dan pengelolaan obyek wisata yang baik.
Mungkin para stake-holder dan para pihak terkait dengan kepariwisataan di Pangandaran tidak mampu menjadikan Pangandaran sebagai obyek wisata kelas dunia.
Memprihatinkan sekali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar